| Alkitab ala India yang kontroversial |
|
|
|
| Written by Susi Ginting |
| Wednesday, 07 January 2009 11:22 |
|
Gereja Katolik di India menerbitkan Alkitab versi terbaru yang menimbulkan kontroversi. Betapa tidak, di dalam Alkitab itu terdapat ayat yang berasal dari Bhagavad Gita, bentuk nyanyian Hindu dan referensi pengajaran dari Mahatma Gandhi.
Selain itu, ilustrasi yang terdapat pada Alkitab versi terbaru ini, menggambarkan Yesus, Maria, dan Yusuf, sebagai keluarga miskin dari India. Ini karena Maria digambarkan memakai pakaian nasional India, termasuk menghias bindi di kepada. Sedangkan Yusuf menggunakan sorban dan kain pengikat pinggang. Alkitab ini sendiri hasil kerja 30 orang sarjana Alkitab, selama 15 tahun, yang disebut sebagai Alkitab bergambar dengan “kekayaan kebudayaan dan warisan religius India”. Meski Konferensi Uskup Katolik se-India telah menyetujui penerbitan Alkitab ini, sekelompok kaum protestan dan kelompok Kristen lainnya, terang-terangan mempercayai ada penyimpangan kebenaran Alkitab di dalamnya. Seperti yang dinyatakan Vijay Thomas, kepala Kampus Alkitab di Chennaim, “Dengan membuatnya tampil ‘India’ dengan referensi dari Kitab Hindu dan sastra besar yang ada, orang tidak akan datang kepada kebenaran. Ini benar-benar bertolak belakang dengan Alkitab yang sebenarnya,” demikian lansiran dari Christianity Today. Sedangkan Oswald Gracias, Uskup Katolik Bombay, mengatakan keyakinannya bahwa Alkitab ini akan mendekatkan jutaan orang India kepada firman Tuhan, "Saya yakin pada Alkitab ini, dibuat oleh India dan bagi India, akan membawa firman Tuhan lebih dekat dengan jutaan rakyat India, tidak hanya orang Kristen." Alkitab ini juga memuat tambahan pada bagian catatan komentar, yang akan menuntun pembaca untuk mengintepretasikan ayat. Ada juga ada referensi dari literatur kuno India yang tersohor seperti kitab Ramayana dan Mahabarata. Editor The New Community Bible, Rev. Dr. Augustine Kanachikuszhy, mengakui bahwa penggunaan referensi ayat-ayat Hindu telah menuai banyak kritik. "Ini telah diduga sebelumnya," katanya. "Butuh waktu untuk bisa menerima hal baru ini." Kanachikuzy sendiri percaya bahwa Alkitab tersebut akan menghasilkan sesuatu yang besar. "Ini telah dibuktikan, bahwa Alkitab ini sudah dikenal di kalangan komunitas Kristen, dibuktikan dengan terjual lebih dari 15.000 copy hanya dalam 10 hari. Dan sekarang sedang dalam proses cetak ulang tambahnya."
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 634 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|