| Megawati: Piagam MURI Bukan Rekayasa |
|
|
|
| Written by Susi Ginting |
| Tuesday, 10 March 2009 13:43 |
|
KEMATIAN.BIZ--JAKARTA, Ketua Umum Megawati Soekarno Putri tampaknya membaca keraguan atas piagam penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) yang baru diterima partainya, hari Selasa ( 10/3 ) ini. Piagam MURI diberikan atas kontrak politik yang dilakukan PDI Perjuangan terhadap caleg-calegnya. Mega mengatakan, tak ada rekayasa dengan piagam tersebut.
"Tidak ada rekayasa sama sekali. Saya tidak menyangka MURI terus memantau dan saya tahu ini terobosan yang baru pertama kali dilakukan suatu partai. Kontrak Politik bukan hanya untuk bagian dari kampanye," kata Mega kepada wartawan, usai penyerahan piagam di kediamannya.
Namun, ia mengakui bahwa piagam tersebut sangat menggembirakan. "Saya sendiri tidak tahu karena baru pulang dari Libya. Kontrak itu lebih bersifat internal bahwa mereka yang jadi anggota legislatif mendapat suatu ikatan yang bisa dilihat secara terukur dalam AD/ART partai," ujarnya.
Saat ditanya, apakah penghargaan ini menjadi strategi untuk pncitraan PDI Perjuangan menjelang pemilu, Mega memandangnya sebagai sesuatu yang wajar. "Pencitraan itu sesuatu yang dibuat. Seperti saya yang dianggap kaku. Pencitraan sah-sah saja. Tapi kalau pemberian MURI, saya tidak merekayasa," kata Mega.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 323 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|