Home Artikel Politik Menag : "Mata" KPK Dimana-mana
Free Domain and Free Hosting has been launched. Cheap Domain and Hosting are also available to signup. Very match for your business needs and for your other private necessities. Features started with 300 MB Space, VistaPanel/Cpanel, 7 MySQL Databases, 6 Sub Domains, 6 Addon Domains, FTP Account, POP email accounts, PhpMyAdmin, Web Mail, File Manager, Password protected Folders, Automatic Script Installer and lots of more. Learn More...



Close Panel

Shout Box

Latest Message: 1 hour, 44 minutes ago
View archive

Guests are shown between [].


Menag : "Mata" KPK Dimana-mana PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Susi Ginting   
Tuesday, 10 March 2009 11:49
KEMATIAN.BIZ--Pangkalpinang - Menteri Agama (Menag), M Maftuh Basyuni, mengatakan, "mata" petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dewasa ini ada dimana-mana, sehingga semua institusi harus melakukan pembenahan agar terhindar dari perbuatan tercela.

"`Mata` KPK dimana-mana, bahkan jaksa pun ikut. Institusi kepolisian juga menata diri," katanya ketika memberi pengarahan kepada jajaran Kanwil Depag Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (9/3) malam.

Pada kesempatan itu hadir Gubernur Bangka Belitung, H Eko Maulana Ali dan Kanwil Depag setempat, H Herman Faizudin.

Ia mengatakan, pada tahun-tahun lalu pegawai Depag sempat mendapat penilaian sinis, karena disebut departemen paling korup dan bahkan pegawainya pun malu mencantumkan NIP mereka.

Keadaan seperti itu, menurut dia, sangat memprihatinkan, sehingga pegawai Depag kesulitan dalam menjalin komunikasi untuk meningkatkan pelayanan kepada umat. "Terlebih lagi sebagai departemen yang punya embel-embel agama," kata Maftuh.

Ia menyebutkan, tampilnya KPK sesuai fungsinya telah mendorong departemen yang dipimpinnya bersih dari praktik KKN. Meski belum bisa disebut seratus persen bersih, menurut Maftuh, Depag kini mendapat kepercayaan dan banyak dilibatkan dari berbagai kegiatan masyarakat.

Ia mencontohkan dalam kegiatan penanggulangan banjir, kehutanan dan narkoba. Depag kini tampil bersama organisasi kemasyarakatan lainnya, katanya.

Terkait tugas-tugas Depag ke depan, ia mengingatkan jajarannya agar lebih hati-hati dalam mengelola anggaran. Seiring dengan berlakunya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasinal (Sisdiknas), telah menempatkan semua lembaga pendidikan yang ada di Indonsia sama. "Kini, tak ada lagi dikotomi," katanya.

Karena itu pula porsi anggaran bagi lembaga pendidikan di bawah Depag menjadi besar. Tidak seperti tahun lalu, dimana madrasah tidak dapat perhatian pemerintah.

Dari 20 persen anggaran pendidikan di APBN, Depag setidaknya memperoleh Rp29 triliun untuk tahun 2009. Dari anggaran sebesar itu, terbesar untuk anggaran pendidikan dan rehabilitasi madrasah ibtidaiyah, kata Maftuh.

Karena tahun mendatang tugas-tugas Depag makin berat, ia berharap jajarannya dapat menjalin komunikasi dengan Pemda setempat.

"Jangan ada jurang pemisah antara pegawai pusat dan daerah, walau kini berjalan otonomi daerah. Jangan ada sengketa antara gubernur dan Kanwil. Jangan ada perasaan bos saya di Jakarta dan dia anak tiri," ujar Maftuh.

Menag menegaskan, tak salah jika Kanwil juga ikut menyukseskan misi Pemda, karena berbagai kegiatan pelayanan umat juga harus sinergi di setiap daerah.

 
Comments (0)add comment

Write comment

busy

Newer news items:
Older news items:

 

CO.CC:Free Domain