Home Artikel Teknologi Sains Mengapa Atmosfer Matahari Panas?
Free Domain and Free Hosting has been launched. Cheap Domain and Hosting are also available to signup. Very match for your business needs and for your other private necessities. Features started with 300 MB Space, VistaPanel/Cpanel, 7 MySQL Databases, 6 Sub Domains, 6 Addon Domains, FTP Account, POP email accounts, PhpMyAdmin, Web Mail, File Manager, Password protected Folders, Automatic Script Installer and lots of more. Learn More...



Close Panel

Shout Box

Latest Message: 2 weeks, 2 days ago
  • [Sahrul] : Bagus bgt, ajarin donk
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra online besorgen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra schnell besorgen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster.com Viagra zufallässig kaufen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra online kaufen
  • [guest_3208] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
  • [Jorge] : «link»
  • [guest_1999] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
  • [guest_1999] : «link» aurogra cialis viagra levitra
  • [guest_1999] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
View archive

Guests are shown between [].


Mengapa Atmosfer Matahari Panas? PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Hardiles Tarigan   
Saturday, 22 August 2009 09:20
matahari
KEMATIAN.BIZ, Jakarta – Misteri mengapa suhu di atmosfer matahari paling luar atau korona melonjak beberapa juta derajat Kelvin (K) menjadi teka-teki ilmuwan selama berpuluh tahun.

James Klimchuk dan koleganya di Goddard Space Flight Center di Greenbelt NASA, membuat model teori nanoflare untuk menjawab hal itu.

"Perputaran korona adalah blok pembuat dasar korona. Bentuknya dihasilkan oleh medan magnet yang menuntun aliran gas panas disebut plasma," katanya.

Perputaran itu terbentuk dari tabung magnet kecil yang memiliki suhu mencapai beberapa jutaan derajat Kelvin (K), meskipun permukaan matahari hanya 5.700 derajat K.

Nanoflare merupakan ledakan tiba-tiba energi yang terjadi di tabung medan magnet tipis di korona.

Beda dengan lidah matahari, yang bisa dilihat dengan satelit serta teleskop di bumi dan mengganggu elektronik dan jaringan komunikasi, nanoflare kecil tidak bisa diuraikan secara invidual. Nanoflare hanya bisa dilihat efek dari gabungnnya.

Model Klimchuk coba mensimulasi apa yang terjadi saat nanoflare meledak. "Kami menyimulasikan ledakan panas dan memprediksi perputaranya akan seperti apa saat dilihat dengan bermacam instrumen,” katanya.

Untuk mengujicoba model itu, tim mengamati emisi gas di korona matahari menggunakan X-Ray Telescope and Extreme Ultraviolet Imaging Spectrometer yang didanai NASA dan aad di wahana Jepang Hinode.

"Suhu 10 juta derajat kami deteksi di korona hanya bisa dihasilkan oleh ledakan energi spontan," kata Klimchuk.
Comments (0)add comment

Write comment

busy

Related news items:
Older news items:

 

CO.CC:Free Domain