| Mengapa Atmosfer Matahari Panas? |
|
|
|
| Written by Hardiles Tarigan |
| Saturday, 22 August 2009 09:20 |
|
KEMATIAN.BIZ, Jakarta – Misteri mengapa suhu di atmosfer matahari paling luar atau korona melonjak beberapa juta derajat Kelvin (K) menjadi teka-teki ilmuwan selama berpuluh tahun.
James Klimchuk dan koleganya di Goddard Space Flight Center di Greenbelt NASA, membuat model teori nanoflare untuk menjawab hal itu. "Perputaran korona adalah blok pembuat dasar korona. Bentuknya dihasilkan oleh medan magnet yang menuntun aliran gas panas disebut plasma," katanya. Perputaran itu terbentuk dari tabung magnet kecil yang memiliki suhu mencapai beberapa jutaan derajat Kelvin (K), meskipun permukaan matahari hanya 5.700 derajat K. Nanoflare merupakan ledakan tiba-tiba energi yang terjadi di tabung medan magnet tipis di korona. Beda dengan lidah matahari, yang bisa dilihat dengan satelit serta teleskop di bumi dan mengganggu elektronik dan jaringan komunikasi, nanoflare kecil tidak bisa diuraikan secara invidual. Nanoflare hanya bisa dilihat efek dari gabungnnya. Model Klimchuk coba mensimulasi apa yang terjadi saat nanoflare meledak. "Kami menyimulasikan ledakan panas dan memprediksi perputaranya akan seperti apa saat dilihat dengan bermacam instrumen,” katanya. Untuk mengujicoba model itu, tim mengamati emisi gas di korona matahari menggunakan X-Ray Telescope and Extreme Ultraviolet Imaging Spectrometer yang didanai NASA dan aad di wahana Jepang Hinode. "Suhu 10 juta derajat kami deteksi di korona hanya bisa dihasilkan oleh ledakan energi spontan," kata Klimchuk.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 22704 Comments (3)
![]()
November 23, 2010
Votes: +1
Titanium Rings, as they are constructed of the highest grade materials to ensure that your new
2 report abuse
vote down
vote up
November 23, 2010
Votes: +1
May 14, 2011
Votes: +0 Write comment
Older news items:
|