Home Berita Terbaru Presiden Perancis Menentang Burka
Free Domain and Free Hosting has been launched. Cheap Domain and Hosting are also available to signup. Very match for your business needs and for your other private necessities. Features started with 300 MB Space, VistaPanel/Cpanel, 7 MySQL Databases, 6 Sub Domains, 6 Addon Domains, FTP Account, POP email accounts, PhpMyAdmin, Web Mail, File Manager, Password protected Folders, Automatic Script Installer and lots of more. Learn More...



Close Panel

Shout Box

Latest Message: 2 weeks, 2 days ago
  • [Sahrul] : Bagus bgt, ajarin donk
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra online besorgen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra schnell besorgen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster.com Viagra zufallässig kaufen
  • [pillenmaste : «link» pillenmaster Viagra online kaufen
  • [guest_3208] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
  • [Jorge] : «link»
  • [guest_1999] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
  • [guest_1999] : «link» aurogra cialis viagra levitra
  • [guest_1999] : «link» pillenmaster cialis viagra levitra
View archive

Guests are shown between [].


Presiden Perancis Menentang Burka PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Kematian   
Tuesday, 23 June 2009 11:10
 
 Seorang Wanita memakai Burka
PARIS,  Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam pidato di depan parlemen menentang penggunaan burka di kalangan wanita Muslim di Perancis.

Sarkozy mengatakan, burka, baju yang menutupi wanita dari kepala sampai kaki, merongrong martabat perempuan.

Sarkozy mendukung pembentukan komisi parlemen untuk meneliti apakah perlu untuk melarang penggunaan burka dalam masyarakat. Tahun 2004, Perancis melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah negeri.

"Kami tidak dapat menerima wanita di negara kami ini menjadi tahanan di balik baju, terputus dari kehidupan sosial, dan tidak diketahui identitas mereka," kata Sarkozy di depan sidang khusus parlemen di Versailles. "Burka bukanlah simbol agama, melainkan simbol kepatuhan. Langkah ini tidak akan dibiarkan di Republik Perancis," kata presiden Perancis itu.

Namun, ia menekankan bahwa Perancis "tidak boleh memerangi hal yang salah", dengan mengatakan, "agama Islam harus dihargai seperti halnya agama lainnya" di negara itu.

Sejumlah anggota parlemen telah menyerukan pembentukan komisi khusus untuk meneliti apakah wanita yang mengenakan burka merongrong sekularisme Perancis, kata wartawan BBC, Emma Jane Kirby, di Paris. Para anggota parlemen juga ingin meneliti apakah wanita yang menggunakan burka itu melakukannya secara sukarela atau dipaksa.

Pidato Sarkozy itu adalah pidato pertama Presiden Perancis di depan parlemen sejak abad ke-19 dan hal itu dimungkinkan dengan amandemen konstitusi yang diterapkan tahun lalu. Sarkozy juga bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifah al-Thani, Senin (22/6).

Tahun 2004, Perancis melarang jilbab dan simbol-simbol agama lainnya di sekolah-sekolah negeri sehingga menimbulkan perdebatan di negara itu dan di luar negeri. Para anggota Pemerintah Perancis sendiri terpecah atas masalah ini.

Menteri Imigrasi Eric Besson mengatakan, larangan sepenuhnya hanya "akan menimbulkan ketegangan". Sementara itu, Menteri Muda Urusan Hak Asasi Rama Yade mengatakan, ia akan menerima larangan bila ditujukan untuk melindungi wanita yang mengenakan burka.

"Mengangkat masalah seperti ini melalui komisi parlemen adalah cara melakukan stigma terhadap Islam dan Muslim di Perancis," kata Mohammed Moussaoui, Kepala Dewan Muslim Perancis. Pemeluk Islam di Perancis berjumah sekitar 5 juta orang.
Comments (0)add comment

Write comment

busy

Related news items:
Newer news items:
Older news items:

 

CO.CC:Free Domain